Monday, March 8, 2010

Rencana Kenaikkan Tarif Dasar Listrik 2010

Mulai Juli mendatang, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tagihan listrik. Gara-gara anggaran subsidi terbatas, pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 15 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2010, pemerintah hanya bisa mengalokasikan subsidi listrik Rp 54,50 triliun. ''Subsidi tersebut sudah mempertimbangkan kenaikan TDL,'' ujarnya saat paparan draf RAPBNP 2010 di Kantor Kementerian Keuangan kemarin (8/3).

Sebenarnya, kata dia, pemerintah sudah menambah anggaran subsidi listrik Rp 16,70 triliun. Yakni, dari Rp 37,80 triliun dalam APBN 2010 menjadi Rp 54,50 triliun dalam APBNP 2010. ''Sebab, asumsi harga minyak naik dari USD 65 per barel menjadi USD 77 per barel,'' katanya.

Dalam RAPBNP 2010, total anggaran subsidi energi mencapai Rp 143,79 triliun atau naik Rp 37,26 triliun dari alokasi dalam APBN 2010 yang Rp 106,52. Dari total subsidi energi Rp 143,79 triliun, alokasi subsidi BBM mencapai Rp 89,29 triliun dan listrik Rp 54,50 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu menyatakan, rencana menaikkan tarif listrik sebenarnya sudah dimasukkan dalam APBN 2010. Namun, karena mempertimbangkan daya beli masyarakat, rencana kenaikan tersebut ditunda. ''Policy (kebijakan) harga listrik kami tunda dari Januari ke Juli,'' ujarnya.

Menurut dia, rencana kenaikan tarif listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengalihkan sebagian dana subsidi kepada PLN. Caranya, menaikkan margin yang diterima PLN dari menjalankan public service obligation (PSO) sektor listrik dari 5 persen (APBN 2010) menjadi 8 persen (APBNP 2010). ''Tujuannya, PLN bisa menaikkan kemampuan financing, sehingga bisa membangun infrastruktur listrik dengan lebih baik,'' jelasnya.

Jika dalam APBN 2010 hanya mengutak-atik tarif listrik untuk pelanggan mewah mulai daya 6.600 VA ke atas, pada APBNP 2010, pemerintah berencana menaikkan tarif listrik untuk semua golongan. ''Nanti (kenaikannya) merata. Semua golongan,'' tegasnya.

Meski demikian, lanjut Anggito, pemerintah tetap akan bijaksana dengan tidak menaikkan tarif listrik dengan besaran yang sama. Dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat, kenaikan tarif listrik untuk pelanggan kecil tidak sebesar pelanggan mewah. ''Proporsi kenaikan (tarif) bergantung daya beli,'' terangnya.

Sumber: Jawapos.co.id

No comments:

Post a Comment